Bisakah Kewirausahaan Diajarkan?


bisakah kewirausahaan diajarkanKita telah melihat bahwa kewirausahaan mampu membawa seseorang mencapai sukses dan mengubah hidupnya. Ini menimbulkan ketertarikan bagi orang lain untuk ikut menggapai sukses melalui kewirausahaan.

Tapi dalam kewirausahaan atau yang lebih keren disebut entrepreneurship, ada dua hal yang sangat penting, yaitu keberanian untuk mengambil resiko dan ide yang orisinil. Di sinilah muncul pertanyaan: Bisakah kewirausahaan diajarkan? Bisakah keberanian untuk mengambil resiko dan ide orisinil diajarkan kepada orang lain?

Bisakah Kewirausahaan Diajarkan?

Jawaban atas pertanyaan ini menjadi perdebatan 20 tahun lalu ketika Kewirausahaan dimasukkan sebagai kurikulum di Universitas di Amerika Serikat. Sekarang, Kewirausahaan menjadi salah satu jurusan populer di berbagai universitas di AS.

Di Indonesia, Kewirausahaan telah menjadi mata kuliah wajib di Universitas. Untuk Fakultas non-ekonomi, Kewirausahaan dimasukkan sebagai mata kuliah umum yang wajib diambil oleh mahasiswa.

Namun demikian, banyak entrepreneur yang ragu bahwa kewirausahaan bisa diajarkan. Mereka mencapai sukses dengan mempelajari situasi pasar dan kompetisi yang dihadapi.

"Seorang entrepreneur dilahirkan, bukan diciptakan," kata Ann Winblad, pendiri perusahaan Hummer Winblad Venture.

Pandangan Winblad diatas melihat bahwa seolah-olah tiap orang telah memiliki takdir untuk sukses dalam wirausaha, atau gagal total. Pemikiran seperti ini wajar jika kita melihat contoh orang-orang yang sukses seperti Michael Dell (Dell Computer), Bill Gates (Microsoft), atau Steve Jobs (Apple). Ketiganya tidak mempelajari kewirausahaan di dalam ruangan kelas. Bahkan, mereka tidak menyelesaikan kuliah mereka.

Onde-Onde Coklat Keju

Anda pernah dengar kue bernama Onde-Onde?

Itu adalah kue yang terbuat dari ketan, dalamnya berisi gula merah, kemudian bagian luarnya ditaburi kelapa yang telah diparut.

Dulu, seorang dosen di kelas saya pernah berkata bahwa kue tradisional Indonesia bisa dikemas menjadi berkelas Internasional.

"Onde-Onde coklat keju" kata sang dosen.

Seorang teman saya dengan sinis langsung menertawakan ide tersebut. Bagi dia, tidak masuk diakal bila onde-onde berisi coklat dan ditaburi keju.

Sekarang, onde-onde coklat keju telah diekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika dengan harga 'tidak masuk akal' untuk kue yang harga aslinya Rp. 500 di Indonesia.

Yang jelas, bukan sang dosen atau teman saya yang sinis itu yang menjadikan kue murahan menjadi tambang emas. Orang itu adalah seorang mahasiswa tidak gaul, tidak keren, tidak funky, yang duduk di deretan bangku tengah, yang setiap hari bermimpi mempunyai pacar namun tidak ada satu pun mahasiswi yang tertarik kepadanya.

Dengan modal Onde-Onde versi bule, ia menikahi salah satu mahasiswi paling cantik di Fakultas dan saya adalah salah satu yang bermimpi untuk selingkuh dengan istrinya.

Mempelajari Kewirausahaan

Inti dari kewirausahaan adalah cara berpikir yang radikal, mampu melihat peluang usaha dan berani mengambil resiko. "Mempelajari" adalah kata yang kurang tepat untuk kewirausahaan. "Melatih" adalah istilah yang lebih tepat.

Nah, apa yang dilatih di kewirausahaan?

Insting bisnis, itulah yang harus dilatih. Semakin tajam insting kita, semakin cepat kita mengambil keputusan untuk merebut peluang kecil yang muncul dalam sekejap. Kemampuan untuk melihat 'ide' orisinil dari sekitar kita. Ide bisa muncul dari apa saja atau siapa saja. Dari pembicaraan ngalor ngidul sambil ngopi di kantin bisa muncul ide orisinil yang bernilai milyaran rupiah.

Selanjutnya, yang disebut dengan "keberanian mengambil resiko" tak lain adalah perhitungan mengenai keadaan pasar. Semakin kita mengetahui keadaan pasar, semakin akurat perhitungan kita. Lalu kita akan sampai pada pertanyaan: Bagaimana reaksi konsumen terhadap produk kita?

Di sinilah titik dimana kewirausahaan dikatakan sebagai judi. Kita melempar dadu dan berharap muncul angka yang diharapkan. Tapi lagi-lagi, dadu bisa kita ganti dengan anak panah. Bila kita bisa melihat sasaran dengan jelas, ditambah skill memanah yang tinggi, maka yang tadinya judi akan berubah menjadi adu kemampuan.
Share: