Hasil Sidang Gayus


Hasil Sidang Gayus - Terdakwa kasus penggelapan pajak Gayus Tambunan akhirnya menerima keputusan akhir dari hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta. Gayus dihukum tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp. 300 juta.

Keputusan ini mengejutkan karena dinilai terlalu ringan. Vonis yang dijatuhkan atas Gayus jauh dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut hukuman 20 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp. 500 juta.

Hukuman Gayus ini dianggap telah dilokalisasi dan disederhanakan secara sengaja.

Ketua Majelis Hakim Albertina Ho menyatakan bahwa Gayus terbukti bersalah melakukan pelanggaran yang didakwakan oleh JPU. Pelanggaran yang dilakukan oleh Gayus adalah:

  • Melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Gayus menyebabkan kerugian terhadap negara sebesar Rp. 570 juta dengan menyalahgunakan wewenang dan melakukan korupsi ketika mengusulkan kepada pimpinannya untuk menerima keberatan dan banding dari wajib pajak PT. Surya Alam Tunggal.
  • Melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU No 31/1999 tentang Tipikor. Gayus melakukan tindakan penyuapan sebesar 760 ribu dolar Amerika kepada penyidik Bareskrim Mabes Polri Kompol M Arafat Enanie dan AKP Sri Sumartini untuk mencabut blokir terhadap 10 rekeningnya di Bank Mandiri, membatalkan penyitaan rumah, dan memindahkan pemeriksaan terhadap dirinya dari Mabes Polri ke hotel.
  • Melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a UU No 31/1999 tentang Tipikor. Gayus menjanjikan uang sebesar 40 ribu dolar Amerika kepada Ketua PN Tangerang Muhtadi Asnun untuk mempengaruhi putusan Majelis Hakim atas dirinya.
  • melanggar Pasal 22 jo Pasal 22 UU No 31/1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Gayus memberikan keterangan palsu kepada penyidik mengenai kepemilikan rekening di Bank Mandiri yang berisi uang sebesar Rp. miliar.

Dakwaan lain terhadap Gayus adalah:

  • Membuat surat perjanjian palsu dengan Andi Kosasih untuk membuka rekening banknya yang telah diblokir.
  • Melakukan perbuatan yang dianggap tidak mendukung penyelenggaraan negara yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta menghambat pemasukan pajak negara.

Namun Albertina Ho mempertimbangkan beberapa hal yang meringankan hukuman Gayus. Hal-hal tersebut adalah:

  • Terdakwa belum pernah dihukum
  • Terdakwa mempunyai keluarga yang masih membutuhkan perlindungan dan kasih sayangnya
  • Terdakwa masih berusia muda sehingga mempunyai kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki pelanggaran yang dilakukannya
Share: