Banjir di Australia


banjir di australiaBanjir di Australia - Hujan deras dan meluapnya sungai membuat banjir di Australia tak juga menunjukkan tanda untuk surut. Beberapa kota besar di Australia kini berubah menjadi kota hantu setelah ditinggalkan penduduk yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Air di pusat kota Brisbane mencapai ketinggian 1,5 meter. Di beberapa bagian kota, gelombang air bahkan sempat mencapai bagian atas lampu lalu lintas. Salah satu stadion olahraga di kota tersebut bahkan digenangi air dan lumpur setinggi dada orang bule dewasa.

Banjir ini merupakan yang terparah yang pernah terjadi di negara bagian berpenduduk dua juta jiwa tersebut. Banjir terparah di Australia sebelumnya terjadi 37 tahun lalu pada tahun 1974.

Sampai saat ini, jumlah korban yang tewas akibat banjir di Australia dilaporkan telah mencapai 13 orang. Pemerintah Australia melakukan tindakan penyelamatan dengan helikopter sejak hari Selasa lalu. Korban terakhir yang ditemukan pada hari Rabu adalah seorang pria berumur 50 tahun yang terjebak dalam mobil dan terbawa arus di aliran sungai wilayah Karrabin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene menginformasikan bahwa ada 8 ribu warga Indonesia yang tinggal di Queensland. Tapi pemerintah telah memastikan bahwa tidak ada warga Indonesia yang tewas maupun hilang dalam bencana banjir di Australia tersebut.

Pemerintah Indonesia telah menyumbangkan US$1 juta (sekitar 9 miliar rupiah) untuk sebagai bantuan untuk penanganan bencana banjir di negara bagian Queensland. Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa dan Afrika lainnya juga telah menawarkan dukungan dan bantuan untuk menanggulangi banjir di Australia tersebut.
Share: