Lambang Garuda di Kostum Timnas Indonesia Melanggar Hukum


lambang garuda timnasLambang Garuda - Penggunaan lambang Garuda di kostum timnas Indonesia ternyata melanggar hukum. Hal tersebut baru disadari sekarang setelah popularitas timnas menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para pakar hukum.

David Tobing, seorang pengacara publik, menggugat Presiden R.I, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), dan PT. Nike Indonesia.

Tobing mengatakan bahwa sesuai dengan Pasal 57 Huruf d UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, lambang Garuda tidak dapat digunakan di kostum timnas Indonesia.

Menurut pasal 51 UU tersebut, lambang Garuda wajib digunakan di gedung kantor, uang, dokumen resmi, ijazah, paspor, ruang kelas pendidikan, lembaran dan berita negara.

Lalu, dalam pasal 52, dikatakan bahwa lambang Garuda dapat digunakan dalam kop surat. Ini termasuk surat tanda jasa, kertas bermeterai, surat jabatan, surat ijin peristiwa resmi dan buku pemerintah. Lambang Garuda juga dapat digunakan di cap dinas, atribut pejabat negara atau warga negara yang mengemban tugas di luar negeri, serta di dalam rumah warga negara Indonesia.

Dalam semua UU yang membahas tentang penggunaan lambang Garuda, tidak disebutkan bahwa lambang tersebut dapat digunakan di kostum sepakbola.

David menuntut agar PT. Nike dan PSSI harus menghentikan kerjasama mereka dalam merancang desain seragam timnas Indonesia yang menggunakan lambang Garuda.

Gugatan David Tobing ini banyak menuai cemoohan dan kecaman, terutama dari para penggemar sepakbola dan pendukung timnas Merah Putih, bahkan sebenarnya dari seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, David mengakui bahwa ia sadar atas resiko celaan tersebut.

"Saya sudah siap untuk dicaci maki. Buat apa saya menjadi seorang advocat jika tidak bisa mengoreksi pelanggaran hukum?" tandas David.

Banyak pihak yang menuduh bahwa David hanya mencari sensasi dan numpang populer terhadap popularitas timnas Indonesia yang sedang menanjak.

Lagipula, tuntutan ini merusak slogan yang membangkitkan semangat di seluruh generasi pemain sepakbola Indonesia, yaitu "Garuda di Dadaku". Mungkin slogan berikutnya adalah "Nike di Dadaku."
Share: