Bambang Tetap Pamungkas


Bambang PamungkasBambang Pamungkas atau yang akrab dengan sebutan BePe masih tetap bercahaya di persepakbolaan Indonesia. Salut untuk pemain yang satu ini. Meski akhir-akhir ini BePe banyak menuai kritik atas penampilannya yang menurun, tapi dia membuktikan kapasitasnya sebagai pemain timnas yang layak dihargai. Dua gol disarangkan Bambang ke gawang Thailand, membawa Indonesia mengubah sejarah kekalahan atas Thailand di Piala AFF.

Tapi yang paling penting bukan gol tersebut. Bambang yang masuk menggantikan Irfan Bachdim di babak kedua, mampu mengangkat moral dan mental pemain-pemain kita.

Terhitung sejak menit 8 di babak pertama, Indonesia konstan berada di bawah tekanan Thailand. Ujung-ujungnya, Indonesia tertinggal di menit 68 oleh gol Suree Sukha.

Di sinilah peran Bambang sebagai seorang kapten kesebelasan sangat berpengaruh. Indonesia bangkit dan balas menyerang. Saat Indonesia tertinggal, Bambang dengan bersemangat meneriakkan kata-kata yang membakar semangat juang rekan-rekan setimnya.

Meski tak terdengar, tapi dari tayangan bisa diperkirakan yang dikatakan BePe adalah "Indonesia bisa! Kita bisa!"

Hasilnya, para punggawa Indonesia semakin gencar melancarkan teror dan lini pertahanan Thailand mulai kocar-kacir. Setiap kali jeda permainan, ia terus meyakinkan rekan-rekannya bahwa Indonesia bisa mengalahkan Thailand.

Ketika ia mencetak gol yang menyamakan kedudukan, ia hanya mengangkat tangan tanpa ada selebrasi yang berlebihan. Ia tidak membanggakan diri mencetak gol tersebut karena mengejar sesuatu yang lebih besar, yaitu kemenangan Indonesia, kemenangan seluruh tim, dan kemenangan seluruh bangsa.

Dan itu terlihat setelah ia mencetak gol penalti kedua yang membawa Indonesia unggul. Kali ini Bambang sangat histeris dan emosional, memperlihatkan kebahagiaan yang tak terkira.

Padahal, selama tiga pertandingan Bambang selalu menjadi cadangan. Tetapi ia tidak pernah protes dengan keputusan Alfred Riedl meskipun selama ini dia adalah sosok utama di lini depan Indonesia. Inilah bukti mental profesional seorang Bambang Pamungkas, seperti yang pernah ia katakan:

"Sebagai pemain, ada sebuah prinsip yg akan selalu saya pegang dalam karir sepakbola saya. Yaitu, saya akan selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik saya dan mensupport tim baik di atas lapangan, dari bangku cadangan maupun dari tribun penonton..."

Dan Bambang benar-benar menunjukkan bagaimana seharusnya seorang pemain profesional bersikap. Mental inilah yang harus dicontohi oleh beberapa pemain timnas kita yang terlalu 'banyak tingkah' dan 'sok penting'.

Di masa-masa akhir karirnya, Bambang tetap menunjukkan dedikasinya untuk timnas Indonesia. Dia tidak bermain untuk dirinya sendiri. Dia tidak mengejar ambisi pribadi. Dia bermain untuk Indonesia dan berjuang membawa Indonesia menuju prestasi. 39 gol dia ciptakan untuk Indonesia sebagai bukti perjuangannya.

Di saat usianya menginjak 30 tahun dan kemampuannya mulai menurun, kritik dan cemoohan mulai berdatangan. Tapi dedikasi dan komitmen Bambang untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia tidak berkurang sedikit pun.

“Kemampuan saya mungkin akan berangsur surut seiring dengan berjalannya waktu, ketajaman saya sebagai seorang striker mungkin lambat laun akan memudar seiring dengan berkembangnya permainan sepakbola itu sendiri. Akan tetapi “TIDAK” dengan komitmen dan dedikasi saya kepada tim merah - putih. TIDAK AKAN PERNAH BERUBAH…!!!”

Dan bila tiba saatnya Bambang melepas kostum Merah Putih berlambang Garuda, dia akan menjadi legenda dalam kisah perjalanan tim nasional Indonesia.

"Maka sampai detik ini, keyakinan, komitmen dan dedikasi saya juga tidak bergerak dan berkurang sedikitpun, tidak akan pernah berkurang kawan, sampai kapanpun. Saya tidak akan berhenti bermain untuk tim nasional, sampai suatu saat nanti, tenaga dan pikiran saya tidak dibutuhkan lagi oleh pelatih tim nasional" -- Bambang Pamungkas.

Terima kasih Bambang Pamungkas. Bawa Indonesia menjadi juara Piala AFF 2010.
Share: