Silet Merapi Dihentikan


Silet Merapi Dihentikan

Silet Merapi Dihentikan - Acara tayangan berita campur gosip tambah dusta menyesatkan yang disiarkan di RCTI, akhirnya dibekukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Silet Merapi dihentikan karena menimbulkan keresahan masyarakat di sekitar Yogyakarta.

Tayangan RCTI tersebut menayangkan ramalan tentang letusan gunung Merapi yang akan terjadi pada 8 November nanti. Silet Merapi menyebut Jogja sebagai kota malapetaka karena saat bencana besar datang pada tanggal 8 November, kota tersebut akan rata dengan tanah dan semua penduduknya akan mati.

Acara Silet tentang Merapi yang tayang pada tanggal 7 November tersebut memberitakan bahwa letusan Merapi akan melebihi Tambora dan letusannya akan mencapai jarak 60km. Ini membuat masyarakat Jogja menjadi khawatir dengan nasib mereka.

Akibat pemberitaan tersebut, Silet dihentikan secara langsung oleh ketua KPI, Dadang Rahmat. Berdasarkan penilaian KPI, tayangan Silet 7 November 2010 telah menyalahi kode etik jurnalistik karena memberitakan kondisi Merapi yang tidak sesuai dengan fakta.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin media massa di Jakarta, Dadang juga menyampaikan keprihatinan terhadap media berita Indonesia yang berlomba-lomba menjadi yang tercepat dalam menyampaikan berita, padahal tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Karena itu, Dadang mewakili KPI meminta agar media massa di Indonesia hanya memberitakan kabar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Ini adalah bagian dari kode etik jurnalistik yang mengharuskan seorang jurnalis untuk hanya melaporkan fakta yang benar dari sumber yang jelas.

Pihak RCTI dan Silet sudah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Namun KPI bersikeras untuk tidak menghapus sanksi yang diberikan. Dengan demikian, tayangan Silet Merapi tetap dihentikan.

Kasus Silet Merapi ini mengingatkan akan TVOne yang dulu pernah tersangkut masalah berita palsu terkait dengan Makelar Kasus (Markus).
Share: