Muslim Selamatkan 2.000 Yahudi Dari NAZI


Bila mendengar nama Islam dan Yahudi, pasti yang langsung terbayang di benak kita adalah permusuhan, perang, dan pertikaian yang tiada habisnya. Tapi meskipun permusuhan antara Islam dan Yahudi telah berlangsung selama lebih dari seribu lima ratus tahun lamanya, sejarah mencatat bahwa kaum Islam pernah menyelamatkan lebih dari 2.000 orang Yahudi pada Perang Dunia 2.

muslim selamatkan yahudi
"Selama 6 bulan di tahun 1943, kami menampung keluarga Solomon" -- Ali Kazazi
Fakta ini terkuak lewat pameran foto kemanusiaan di Amerika Serikat. Bukti-bukti mengabadikan perjuangan Islam Albania yang mempertaruhkan nyawa mereka dan keluarga mereka untuk selamatkan Yahudi dari kejaran Hitler.

Pameran yang digelar di sinagog Emanuel di St. Louis, Missouri, pada 21 Oktober – 1 Desember 2001 ini menggambarkan bagaimana para muslim Albania menampung para Yahudi yang menjadi buronan Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Dikabarkan muslim Albania telah menyelamatkan lebih dari 2.000 Yahudi kala itu.

Fotografer yang mengumpulkan foto-foto para saksi hidup dan lokasi tempat peristiwa itu terjadi adalah Norman Gershman. Gershman ingin membuat sebuah pameran foto yang menunjukkan kemanusiaan. Kisah pelarian orang Yahudi ke Albania membuat Gershman memutuskan untuk menjadikan tempat itu sebagai objek pameran fotonya. Riset Gershman dimulai pada tahun 2003. Ia mulai mencari saksi-saksi hidup dari kejadian tersebut dan mewawancarai mereka serta mengambil foto dari lokasi sejarah kemanusiaan itu.

muslim selamatkan yahudiGershman menjelaskan bahwa pada tahun 1939 Albania diduduki oleh Italia di bawah kepemimpinan Benito Mussolini pada tahun 1939. Lalu diambil alih Jerman pada tahun 1943. Albania adalah negara dengan 70 persen penduduknya muslim, sementara itu hanya terdapat 200 Yahudi di negara tersebut. Selama masa penjajahan Jerman, Yahudi di Albania bertambah 10 kali lipat. Hal ini dikarenakan Yahudi dari Polandia, Yugoslavia, Yunani dan Italia merangsek masuk ke Albania untuk mencari perlindungan.

“Saya memilih fokus terhadap Muslim di pameran ini, karena siapa yang pernah mendengar Muslim menyelamatkan Yahudi?” ujar Gershman seperti dilansir dari laman STLtoday.

Pada salah satu foto pameran tersebut diceritakan seorang Yahudi menyusui anak seorang wanita yang memberinya perlindungan. Sebelumnya, wanita Yahudi itu meminta izin terlebih dulu kepada ibu si anak.

“Yahudi merupakan umat Tuhan juga,” jawab wanita Albania tersebut.

Kepala sekte Bektashi, sebuah sekte Islam di Albania dengan tujuh juta pengikut, menceritakan bahwa perdana menteri Albania memberikan perintah rahasia kepada rakyatnya untuk melindungi Yahudi.

“Semua anak-anak Yahudi akan tidur dengan anak-anakmu, mereka akan makan makanan yang sama dan hidup sebagai satu keluarga,” ujar lelaki itu menirukan perintah PM-nya.

Salah satu foto dari 30 foto yang dipamerkan menampilkan seorang nenek, Lime Balla, yang menceritakan kejadian kala itu. Balla mengisahkan kepada Gershman ketika 17 orang Yahudi datang ke desanya untuk minta perlindungan.

“Kami membagi mereka di antara para penduduk desa. Kami sangat miskin, tidak ada meja makan, tapi kami tidak membolehkan mereka untuk membayar makanan dan perlindungan. Kami menanam sayur untuk makan. Selama 15 bulan, kami pakaikan mereka pakaian petani agar tidak dikenali. Bahkan polisi kami tahu masalah ini,” kisahnya.

Ketulusan Muslim Albania untuk melindungi Yahudi, ujar seorang cendekiawan muslim dari Yayasan Islam St. Louis, Ghazala Hayat, adalah karena mereka menjunjung tinggi nilai yang disebut 'Besa'.

Hayat mengatakan bahwa Besa yang dalam bahasa Indonesia berarti memegang janji adalah salah satu bagian dari ajaran dan budaya Islam. Besa, menurutnya, adalah kode kuno yang memerintahkan seseorang untuk melindungi orang lain yang meminta pertolongan walaupun harus mengorbankan nyawanya sendiri.

“Saat ini di Albania, Besa adalah hukum tertinggi yang tidak membedakan perbedaan agama, keturunan dan suku,” ujarnya.
Share: