Misteri Kartu Merah Real Madrid


Kartu Merah Real Madrid - UEFA sedang menyelidiki tentang kemungkinan adanya skenarion di balik 'kartu merah Real Madrid' dalam pertandingan fase Grup Liga Champion antara Ajax Amsterdam vs Real Madrid. Setelah mempelajari rekaman pertandingan, timbul kecurigaan bahwa pemain Real Madrid sengaja mencari kartu merah.

Pasti anda bertanya, kok mencari kartu merah? Bukannya semua pemain menghindari kartu merah dan malah sering protes kalau diusir keluar lapangan?

Hal diatas memang benar. Tapi Xabi Alonso dan Sergio Ramos tidak protes saat menerima kartu kuning kedua yang berakibat keduanya dikeluarkan dari lapangan. Ramos malah berterima kasih kepada wasit dan menjabat tangannya.

Skenario apa yang ada di balik Kartu Merah Real Madrid ini?

Coba kita lihat. Real Madrid sekarang memuncaki klasemen Grup G dan sudah pasti lolos ke babak 16 besar. Pertandingan fase grup hanya tersisa satu saja, yaitu melawan Auxerre, yang dianggap sebagai lawan ringan bagi Madrid.

Pertandingan melawan Auxerre dianggap tidak penting, sebab tidak lagi menentukan lolos atau tidaknya Madrid ke babak 16 besar. Kehadiran Ramos dan Xabi Alonso tidak lagi diperlukan dalam laga tersebut. Daripada mereka buang-buang tenaga, lebih baik mendapat kartu merah dan membersihkan catatan disiplin.

Kartu merah itu adalah pembersihan bagi Xabi Alonso dan Sergio Ramos.

Pada pertandingan di babak 16 besar nanti, kedua pemain itu sudah bisa tampil lagi. Dan hebatnya, mereka bersih dari pelanggaran disiplin karena baru saja menyelesaikan skorsing satu pertandingan, yaitu pertandingan melawan Auxerre. Dengan demikian, meskipun mereka berdua menerima kartu kuning di babak 16 besar, peluang untuk kena skorsing semakin kecil.

Beda keadaannya jika mereka tidak mendapat kartu merah dalam laga melawan Ajax. Satu saja kartu kuning yang mereka terima di babak 16 besar, maka mereka akan kena skorsing dan tidak bisa main di pertandingan berikutnya.

Jadi dengan menerima kartu merah lebih awal, Sergio Ramos dan Xabi Alonso seolah mendapat bonus kekebalan terhadap satu kartu kuning. Kemungkinan mereka akan absen karena skorsing sampai di babak final nanti (jika Madrid terus lolos) semakin berkurang.

Dulu, David Beckham juga pernah sengaja mencari kartu merah agar bisa menyembuhkan cidera sambil menanti skorsing selesai.

Strategi ini membuktikan kepintaran seorang Jose Mourinho. Bahkan hal-hal kecil yang tidak pernah dipikirkan oleh pelatih lain, bisa dimanfaatkan oleh The Special One. Kalau dulu Filippo Inzaghi berhasil mempopulerkan 'diving', mungkin saja taktik 'kartu merah Real Madrid' ini akan menjadi populer di kemudian hari, terutama dalam kompetisi jenis 'Cup'.
Share: