Kronologis Tragedi Festival Air Kamboja


tragedi festival air kambojaKronologis Tragedi Festival Air Kamboja - Festival Air Kamboja yang digelar di Phnom Penh, berubah menjadi tragedi. Ratusan orang yang menghadiri Festival Air Kamboja tewas terinjak, terhimpit, tercekik dan tenggelam. Kabar terakhir memberitakan bahwa jumlah korban yang tewas mencapai 576 orang.

Kronologis Tragedi Festival Air Kamboja:

Festival Air yang digelar setiap tahun di Kamboja adalah perayaan tanda berakhirnya musim hujan. Festival ini digelar selama tiga hari, dan telah menjadi salah satu pusat kunjungan wisata di Kamboja.

Tahun ini, pengunjung yang datang menyaksikan Festival Air Kamboja mencapai 2 juta orang. Saat aksi balapan perahu di Sungai Tonle Sap yang merupakan acara utama festival ini digelar, pengunjung memadati jembatan yang menghubungkan kota Phnom Penh dengan sebuah pulau, agar bisa menyaksikan lomba dengan jelas.

Tak kuat menahan begitu banyak orang, jembatan tersebut mulai goyah. Dalam sekejap, kepanikan langsung melanda pengunjung. Warga yang ketakutan berusaha menyelamatkan diri dan berdesak-desakan untuk berlari keluar dari jembatan.

Akibat berlari dalam keadaan panik, banyak orang (kebanyakan wanita dan anak-anak) terjatuh dan terinjak-injak hingga tewas. Sebagian lagi jatuh ke sungai dan tenggelam. Kerumunan orang juga membuat banyak orang yang tewas karena tidak dapat bernapas, dan sebagian pingsan karena kehausan.

"Orang-orang berlari ketakutan sambil berusaha menyelamatkan sanak-saudaranya," kata seorang saksi mata bernama Vann Thon.

Pihak kepolisian sempat melakukan tindakan penyelamatan dengan menyemburkan air ke arah kerumunan orang agar mereka bisa minum. Meskipun tidak terlalu efektif, tapi setidaknya beberapa korban mengakui bahwa mereka selamat karena air tersebut.

"Ratusan korban tercekik karena terinjak. Saya juga sempat terjepit dalam kerumunan manusia selama berjam-jam," kata Khon SRO, seorang korban yang selamat.

"Semua orang berteriak. Saya didorong dan terjatuh. Satu orang tewas di samping saya. Saya pikir saya sudah mati. Polisi menyemprotkan air dan kami hanya bisa membuka mulut untuk minum," kata Khon mengisahkan kejadian yang membuatnya trauma tersebut.

Perdana Menteri Hun Sen mewakili pemerintah Kamboja menyatakan prihatin dan meminta maaf atas tragedi Festival Air Kamboja. Ia telah mengerahkan petugas untuk melakukan investigasi terhadap tragedi yang merenggut korban jiwa terbanyak dalam sejarah Kamboja sejak 31 tahun yang lalu. Waktu itu, rezim Khmer Merah yang berkuasa di Kamboja melakukan pembantaian terhadap 1,7 juta orang di Kamboja.
Share: