Penggulingan SBY Bukan Untuk Kepentingan Rakyat


Penggulingan SBYPenggulingan SBY - Kabar mengenai penggulingan SBY pada tanggal 20 Oktober 2010 mendatang mulai santer terdengar. Pada tanggal tersebut, pemerintahan SBY - Boediono genap satu tahun, dan pihak-pihak tertentu yang menilai bahwa pemerintahan yang sekarang tidak becus, akan mengadili dengan cara mereka sendiri.

Penggulingan SBY Adalah Pemikiran Bodoh


Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengatakan bahwa wacana penggulingan SBY ini adalah hasil dari pemikiran sempit dan bodoh. Anas menduga bahwa ini adalah usaha kelompok tertentu untuk mencari keuntungan.

Menurut Anas, kritik atas kinerja pemerintah seharusnya disertai solusi. Bila ada kelompok yang merasa punya ide dan pemikiran yang lebih baik dari pemerintahan SBY - Boediono, maka utarakanlah pemikiran tersebut dalam bentuk solusi dan saran, bukan tindakan penggulingan yang akan memicu chaos.

Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha saat ditemui Sastrality di Istana Negara mengatakan bahwa isu penggulingan SBY ini terlalu berlebihan.

"SBY - Boediono terpilih dari hasil Pemilu yang sah," kata Pasha.

Karena itu, menurut Pasha, semua pihak harus memahami dan menghormati hasil Pemilu. Wacana penggulingan SBY adalah pelecehan terhadap suara hati dan aspirasi rakyat Indonesia.

Sama seperti pendapat Anas, Pasha juga menyarankan bahwa kritikan terhadap pemerintah sebaiknya dilakukan dalam bentuk tawaran solusi, bukan kudeta.

"Solusi yang ditawarkan tentu bertujuan untuk pembangunan dan kepentingan rakyat, bukan semata kepentingan politik pihak tertentu," tegas Pasha.

Penggulingan SBY Tidak Etis


Mengenai ada pihak-pihak berkepentingan yang memboncengi isu penggulingan SBY ini, pengamat politik Ridwan Mawardi mengatakan bahwa kemungkinan itu selalu ada.

"Dalam politik, pihak oposisi selalu menggunakan cara apa saja untuk meraih kemenangan," jelasnya.

Namun demikian, Mawardi menambahkan bahwa kudeta bukanlah sebuah cara yang etis.

"Penggulingan SBY akan membawa dampak buruk bagi situasi politik dan ekonomi dalam negeri, juga hubungan internasional dengan negara-negara lain," kata Mawardi.

Dengan demikian, Mawadi menyimpulkan bahwa pihak-pihak yang menghembuskan wacana penggulingan SBY ini hanya mengejar kepentingan politik mereka, bukan kepentingan rakyat. Mawardi mengharapkan agar masyarakat, terutama kelompok mahasiswa sebagai generasi intelektual untuk tidak terprovokasi dengan isu penggulingan SBY ini.

Sementara itu, Din Syamsudin, ketua PP Muhammadiyah, dengan tegas menolak tuduhan bahwa pertemuan tokoh nasional di sekretariat PP Muhammadiyah minggu lalu adalah penggalangan kekuatan untuk penggulingan pemerintahan SBY.

Dim Syamsudin memastikan bahwa pertemuan tersebut diadakan untuk membicarakan kondisi bangsa Indonesia yang dilanda banyak masalah, dan tentu saja tokoh yang layak disalahkan untuk semua permasalahan dalam negeri adalah pemerintahan SBY - Boediono.

Syamsudin juga menyebutkan bahwa dari sejumlah tokoh yang hadir pada pertemuan tersebut, ada yang bersuara keras dan ada yang tidak. Sebagian tokoh yang bersuara keras memang menuntut adanya perubahan secepatnya untuk kepentingan politik mereka, kalau perlu, dengan cara penggulingan SBY.
Share: