Pemilihan Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Diwarnai Jual Beli Suara


Pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 diwarnai dengan aksi jual beli suara. Dua pejabat FIFA diduga telah menjual suara ke salah satu kandidat tuan rumah Piala Dunia 2018 yang menjadi rival Inggris.


tuan rumah piala dunia jual suaraSastrality.com - Pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 diwarnai dengan aksi jual beli suara. Dua pejabat FIFA kini tengah diperiksa terkait praktek tercela itu. Mereka diduga telah menjual suara ke salah satu kandidat tuan rumah Piala Dunia 2018 yang menjadi rival Inggris.

Seperti dilansir Sunday Times, Senin, 18 Oktober 2010, anggota Komite Eksekutif FIFA dari Nigeria, Amos Adamu, pernah mengatakan kepada salah seorang wartawan yang menyamar jika dirinya siap menjual suaranya dengan harga 500 ribu poundsterling atau lebih dari Rp7,1 miliar.

Sang wartawan sendiri mengaku bekerja untuk sebuah perusahaan swasta yang ingin memenangkan Amerika Serikat (AS) sebagai tuan rumah di Piala Duni 2018. AS sendiri akhirnya memutuskan mundur dan memilih fokus di Piala Dunia 2022.

Adamu yang juga Presiden Asosiasi Sepakbola Afrika Barat mengaku uang tersebut akan digunakan untuk membangun lapangan artifisial atau rumput buatan di negaranya, Nigeria.

Selain Adamu, satu tertuduh lainnya adalah Reynald Temarii, yang juga Presiden Konfederasi Sepakbola Oceania. Temarii juga menjadi anggota Komite Eksekutif di FIFA hingga saat ini.

"FIFA dan Komite Etik FIFA memantau benar proses seleksi tuan rumah Piala Dunia 2018 serta 2022 ini dan akan terus melakukan pemeriksaan," ujar juru bicara FIFA menanggapi kasus itu.

Dalam penentuan tuan rumah Piala Dunia 2018, Inggris akan bersaing dengan tiga kandidat lain, yakni Rusia, Spanyol-Portugal, dan Belanda-Belgia.
Share: