Pasangan Nekat Menikah di Bawah Letusan Gunung Merapi


Pasangan Nekat Menikah di Bawah Letusan Gunung Merapi

Pasangan Menikah di Bawah Letusan Merapi - Letusan Gunung Merapi tidak menyurutkan niat Dipo Sukirjo (80), warga RT 24 RW X Dukuh Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten Jawa Tengah menikahkan Malupi (25), anak perempuan kesayangannya, Rabu (27/10/2010).

Meski desa tersebut diselimuti debu vulkanik karena masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi, namun acara pernikahan tetap dilangsungkan di bawah ancaman letusan.

“Sudah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya. Namun karena Merapi meletus semua pada kabur,” ujar Dipo Sukirjo.

Acara pernikahan yang semula direncanakan berlangsung meriah menjadi berantakan. Hanya keluarga dekat kedua mempelai saja turut hadir dalam perhelatan. Pasalnya, sebagian besar warga di wilayah tersebut pergi mengungsi. Suasana desa juga tampak sunyi karena tidak ada ativitas yang mencolok.

Hanya terlihat beberapa orang tengah berjaga di pos pantau Merapi. Sound system yang sebelumnya telah dipersiapkan, dibiarkan ngganggur begitu saja. “Sebenarnya ada sound. Namun berhubung warganya mengungsi semua, jadi dibiarkan nganggur,” timpal Surandi, kakak mempelai perempuan.

Ketika acara akan dimulai, Jono (28), calon pengantin pria terlihat mengenakan jas hitam. Dia adalah warga yang tinggal di kawasan Gunung merapi di Kabupaten Boyolali yang juga bernasib serupa dengan mempelai perempuan.

“Saat itu, semua tetangga, keluarga, dan para tamu undangan sudah di rumah. Namun mereka langsung kabur mendengar ledakan keras Merapi,” kata Dipo. Kakek tua ini adalah orang yang bertahan di rumahnya ketika Merapi meletus, Selasa (25/10/2010) petang.

Bagi Dipo, pernikahan anaknya adalah sebuah kesakralan yang tak tergoyahkan oleh apa pun, termasuk letusan Merapi.
Share: