Jembatan Batam-Singapura


Jembatan Batam-Singapura

Jembatan Batam-Singapura - Jembatan Batam-Singapura untuk meningkatkan efisiensi perdagangan antara Singapura dengan Kepulauan Riau dilihat sebagai sebuah langkah yang sangat baik. Jembatan Batam-Singapura akan sangat berpengaruh besar terhadap tingkat impor-ekspor antara Indonesia-Singapura, terutama pasokan bahan pangan kepada Singapura.

jembatan batam-singapuraPemerintah Kepulauan Riau menyebutkan bahwa nilai ekspor non-migas dari Kepulauan Riau ke Singapura berkisar di angka US$4 juta (Rp.38 miliar) dan nilai impor berkisar di US$6,5 juta (Rp. 61 miliar). Itu baru perhitungan nilai impor-ekspor yang sah, belum termasuk perdagangan ilegal antara kedua wilayah.

Batam juga menjadi pusat masuknya turis dari jalur Singapura. Dari sekitar 1,061 juta wisatawan pertahun, setiap turis menghabiskan rata-rata US$110 perhari (Rp. 1 juta) dan tinggal selama 4 hari.

Namun tentu saja, sebelum jembatan Batam-Singapura dibangun, harus ada pembenahan infrastruktur di Batam, Bintan dan Karimun, termasuk adanya kebijakan umum baik dari pemerintah daerah maupun pusat terhadap sektor industri.

Jembatan Batam-Singapura juga akan menjadi sebuah peluang ekonomi besar setelah berlakunya China-ASEAN Free Trade Arrangements (AFTA). Kesepakatan ini bisa melecut tingkat pertumbuhan ekspor-impor, dan Kepulauan Riau, sebagai pintu masuk strategis, harus berbenah diri.

Tak hanya jembatan Batam-Singapura yang masuk dalam rencana. Propinsi Riau juga berencana untuk membangun jembatan Selat Malaka yang akan menghubungkan Malaka, Malaysia, Dumai, dan Indonesia. Terkait rencana pembangunan Jembatan Selat Malaka ini, pemerintah propinsi Riau telah mengadakan pembicaraan dengan pihak Malaysia.

Namun, pemerintah R.I mengharuskan pembangunan Selat Malaka ini untuk menunggu sampai pembangunan Jembatan Selat Sunda selesai. Jembatan ini akan menghubungkan pulau Jawa dengan Sumatera.
Share: