Euro 2012: Inggris Payah, Jerman Merengsek, Italia Terbakar


Kerusuhan Italia Serbia
Kerusuhan pertandingan Italia vs Serbia
Kualifikasi Euro 2012 pada hari Selasa membawa drama di dalam maupun di luar lapangan, seperti Jerman yang menghajar Kazakhstan, Spanyol menyikat habis Skotlandia dan Belanda mengalahkan Swedia untuk mencetak rekor 100% kemenangan -- sementara pertandingan Italia melawan Serbia harus ditunda karena kerusuhan di tribun penonton.

Pasukan Fabio Capello tampil mengecewakan di Group G setelah draw tanpa gol saat menjamu Montenegro di stadion Wembley. Montenegro bertengger di puncak grup dengan nilai 10 dari empat pertandingan, sedangkan Inggris memiliki poin 7 dari tiga pertandingan, yang membuat kapten Rio Ferdinan menyesali hasil ini.

"Ini adalah sebuah pertandingan yang seharusnya dimenangkan," kata bek tersebut.

Juara dunia Spanyol membuang keunggulan dua gol mereka saat melawan Skotlandia, namun Fernando Llorente berhasil memastikan kemenangan, 3 menit setelah masuk menggantikan David Silva.

Kemenangan 3-2 membuat sang juara dunia mempertahankan rekor 17 kali kemenangan setelah terakhir kali ditahan imbang oleh Islandia pada tahun 2007.

David Villa mencetak gol pertama dari titik putih, membuatnya setara dengan Raul Gonzales yang mengoleksi 44 gol untuk timnas Spanyol. Andres Iniesta mencetak gol kedua, sementara gol Skotlandia dicetak oleh Steven Naismith dan satu gol bunuh diri dari Gerard Pique.

Jerman, tim yang dikalahkan Spanyol di semifinal Piala Dunia Afrika Selatan, menjalani pertandingan yang lebih mudah di Group A melawan tim papan bawah Kazakhstan.

Miroslav Klose, Mario Gomez dan Lukas Podolksi semuanya mencetak gol dalam kemenangan 3-0, membuat Jerman mendapatkan 12 poin penuh dan memimpin klasemen Group A, lima poin diatas peringkat kedua Austria yang ditahan imbang 4-4 oleh Belgia.

Pelatih Jerman Joachim Loew dengan gembira mengatakan: "Kami punya 12 poin dan berada di posisi terbaik. Aku tidak bisa meminta lebih."

Finalis Piala Dunia, Belanda, juga berada di posisi yang bagus setelah Jan Claas Huntelaar dan Ibrahim Afellay masing-masing mencetak satu gol atas Swedia.

Namun para pendukung Liverpool harus kecewa, karena bintang mereka Dirk Kuyt terpaksa dibawa ke rumah sakit dengan cidera di pergelangan kaki kanan, padahal Kuyt baru saja sembuh dari cedera bahu.

Pertandingan di Genoa, Italia, diwarnai awan kelabu pada sore hari itu saat kerusuhan merajalela di tribun penonton. Pendukung Serbia melempar flare ke lapangan dan mengakibatkan pertandingan harus ditunda.

Setelah penundaan selama setengah jam, Wasit Craig Thomson dari Skotlandia menghentikan pertandingan di menit keenam ketika kiper Italia Emiliano Viviano terkena lemparan flare.

Sementara polisi berjuang untuk menjaga ketertiban di stadion, pihak ofisial akhirnya memutuskan untuk membatalkan pertandingan dan mengadakan pertemuan antara UEFA, Asosiasi Sepakbola Italia dan Serbia, serta wasit yang memimpin pertandingan.

Di tempat lain, Rusia memimpin Group B setelah menang 1-0 di Macedonia dan Irlandia ditahan imbang oleh Slovakia karena Robbie Keane gagal mengeksekusi penalti.

Irlandia unggul terlebih dahulu melalui Sean St. Ledger sebelum Slovakia menyamakan kedudukan lewat Jan Durica.

Rusia unggul dua poin atas Irlandia dan Slovakia.

Di Group D, Perancis berusaha bangun dari mimpi buruk mereka di Piala Dunia dan memimpin klasemen grup setelah kemenangan 2-0 atas Luxemburg dengan gol yang dicetak oleh Karim Benzema dan Yoann Gourcuff.

Belarus, yang mengejutkan Perancis pada pertandingan pembukaan, hanya terpaut 1 poin dengan pimpinan klasemen setelah berhasil menang 2-0 atas Albania.

Cristiano Ronaldo membawa Portugal menang 3-1 atas Islandia dengan gol awal, namun Portugal tetap ketinggalan dua poin dari pemimpin klasemen Norwegia.
Share: