8 Anggota DPR Studi Banding ke Yunani


Walaupun kritik terhadap kebiasaan anggota DPR yang menghamburkan uang rakyat lewat jalan-jalan berkedok studi banding, 8 anggota DPR dikabarkan akan berangkat ke Yunani untuk studi banding.


8 dpr studi bandingSastrality.com - Meski dihujani kritik, anggota DPR terus melakukan kunjungan ke luar negeri. Kali ini giliran 8 anggota Badan Kehormatan (BK) DPR akan berangkat ke Yunani untuk melakukan studi banding.

"Saya berangkat tanggal 23 Oktober 2010, sekitar 6 hari ke Yunani bersama 7 anggota lainnya," kata Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10/2010).

Politisi Golkar ini mengatakan, ada sejumlah hal yang akan dipelajari, di antaranya tata cara beretika anggota Dewan di Yunani.

"Mereka kan di situ kan sudah lama, sejak zaman Romawi kuno. Dari zaman dulu sudah ada. Bagaimana kehidupan senator itu, kita pingin tahu," ujar Nudirman.

Selain itu, kata dia, anggota BK DPR akan belajar disiplin yang diterapkan di parlemen Yunani.

"Kita harus ada komparatif, nggak bisa dibuka di internet. Hal apa yang keras mengaturnya, kita mau tahu misalnya disiplin, perilaku. Katakannya orang lagi rapat, dia ngobrol itu bagaimana," papar Nudirman.

"Gimana anggota yang merokok, gimana kita lihat dunia mengatur anggota merokok tetapi kalau di ruangan sendiri gimana?. Soal pakaian kita diatur, soal cara ngomong gimana kalau kita tidak sependapat," lanjut dia.

Bagi Nudirman, Yunani merupakan negara tertua dalam sistem demokrasi di dunia. Hal ini kemungkinan akan berpengaruh terhadap aturan BK DPR ke depan.

"Oh iya, nanti akan ada revisi misalnya apakah boleh mengumumkan siapa yang diadukan ke masyarakat. Kalau di sana kita lihat boleh ya sudah," kata Nudirman.

Rencana kepergian BK ini menambah panjang studi banding anggota DPR ke luar negeri. Terbaru, anggota DPR yang tergabung dalam Badan Legislatif (Baleg) juga akan studi banding ke Jepang dan Filipina. Kunjungan ini dianggap penting bagi Baleg ke depannya. Sepulangnya dari dua negara itu, mereka mengklaim dapat menghasilkan produktivitas yang cukup baik dan tinggi dalam penyusunan UU.

Untuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun ini dari 70 RUU, DPR baru bisa menghasilkan dua produk. DPR akan mempercepat waktu kerja mereka sehingga paling tidak tahun ini ada 35 RUU yang selesai dibahas.
Share: