Peksiminas: Saatnya Pegawai Rektorat Unsrat Liburan


Sungguh luar biasa sepak terjang dari pihak rektorat Universitas Sam Ratulangi Manado. Setelah menelantarkan kontingen Sanggar Citra Budaya yang mengikuti Pagelaran Nasional Maengket dan Kolintang di Surabaya pada bulan April lalu, kini kontingen Pekan Seni Mahasiswa Nasional yang berangkat ke Pontianak, 26 Juli - 2 Agustus 2010, tidak jelas tujuannya.

Sepak terjang 2Sepak terjang 1
Bagaimana tidak, kontingen yang berangkat terdiri dari 22 orang pegawai dan pejabat rektorat, sedangkan peserta yang akan berjuang mempertaruhkan nama Sulut hanya berjumlah 7 orang saja. Pihak rektorat bahkan tidak mengijinkan keikutsertaan dari pelatih serta kru ahli untuk menangani peserta dan mengatur penataan artistik di panggung.


Ampuang Gedoan memuat tulisan Dean Joe Kalalo yang mengkritik kebijakan rektorat Unsrat ini di blog Nusa Utara dengan pertanyaan: Liburan atau Prestasi?

Peksiminas merupakan agenda penting untuk mengharumkan nama Sulawesi Utara, dan juga Unsrat di panggung nasional. Sayangnya, para birokrat di balik gedung Kantor Pusat Unsrat hanya melihat Peksiminas sebagai ajang dan kesempatan untuk liburan dan menghabiskan dana yang memang sudah dialokasikan dalam anggaran pengeluaran Universitas.

Liburan
Bila Unsrat memang serius untuk meraih prestasi, contohi kontingen Jawa Timur yang meraih juara 1 untuk tangkai lomba monolog. Keberhasilan mereka bukan dibantu oleh banyaknya pegawai rektorat yang ikut, tapi karena mereka membawa lebih dari 25 personel (pelatih dan kru ahli), yang menangani aktor maupun artistik panggung.

Menurut Kalalo, ketika pihak peserta meminta keikutsertaan pelatih dan kru ahli, Kepala Bagian Kemahasiswaan beralasan bahwa dana yang ada tidak mencukupi untuk membiayai tiket pelatih walaupun hanya satu orang saja. Ini jelas alasan yang sungguh teramat sangat goblok sekali karena dalam tim yang akan berangkat, ada 22 orang tidak berguna yang diberikan tiket.

Kru ahli
Lebih bego lagi, pihak rektorat melalui salah satu pegawainya mengatakan bahwa urusan setting make up, properti dan artistik panggung serahkan saja kepada pegawai-pegawai Unsrat yang akan berangkat, dan nanti akan ditangani oleh mereka.

Memangnya kau kira setting artistik panggung sama seperti bikin mie instan?

mie instan
Share: