Adakah Aturan Dalam Menulis Blog?


Menulis blog memang mudah, tapi bisa juga menjadi sangat sulit. Kesibukan dan aktivitas sehari-hari membuat waktu untuk menulis di blog berkurang. Kadang-kadang sudah duduk manis di depan komputer, tangan di keyboard, namun otak tak kunjung kerja juga.

Saya setuju dengan si Itik Bali yang mengatakan bahwa menulis blog tak semudah menulis status Facebook. Saya tak punya akaun Facebook lagi, tapi menulis status Facebook memang mudah hehehe...

Nah, mengapa menulis blog kadang-kadang susah? Apakah ada begitu banyak aturan sehingga sulit untuk memenuhi aturan tersebut?

Menurut saya, sebenarnya menulis blog tidak ada aturannya. Blog pada awalnya merupakan "Online Diary" yang sifatnya pribadi. Yang namanya Diary yah bisa ditulis sesuka hati yang punya. Namun perkembangan blog pada saat ini sudah sangat pesat, tidak lagi sekedar diary. Blog telah mencapai status sebagai lahan bisnis.

Nah, pada tahap ini, seolah-olah muncul aturan tidak tertulis bagi blog. Banyak blogger yang berpendapat bahwa sebuah postingan harus unik, murni dari ide yang diciptakan sendiri. Maka muncullah istilah-istilah seperti "postingan berkualitas" dan "postingan sampah". Benarkah istilah-istilah ini layak ada?

Coba pikir, seandainya anda punya blog pribadi yang menceritakan kehidupan sehari-hari anda. Anda menulis postingan tentang masalah di rumah, tentang anak-anak, tentang liburan. Apakah ini tergolong ide yg unik?

Tidak. Ada banyak blog pribadi yang juga menulis hal yang sama.

Tapi tidak ada masalah dengan hal tersebut. Setiap blogger menulis apa pun yang ingin mereka tulis. Dan justru itulah gunanya blog.

Tekanan untuk menulis sesuatu yang "berkualitas" memang kadang muncul kalau blog kita memiliki pembaca tetap yang mengharapkan ada sesuatu yang menarik untuk dibaca. Tapi semakin besar tekanan ini, semakin besar writer block yang muncul, semakin sulit untuk menulis. Semakin kita mengikat diri dengan klise "Berkualitas" dan "Sampah", semakin sulit bagi kita untuk menggerakkan jari-jari di keyboard.

Banyak blogger idealis yang berpendapat bahwa postingan tentang gosip artis itu masuk kategori "sampah". Benarkah?

Coba lihat blog TMZ. Isinya gosip artis semua, dan postingannya sering cuma 2 sampai 3 kalimat, bahkan ada yang cuma 1 kalimat. Apakah blog tersebut sampah? Berapa pun banyaknya orang yang mengatakan itu sampah, TMZ tetaplah menjadi authority site, sumber utama untuk segala gosip seputar artis.

Banyak blogger idealis yang juga berpendapat bahwa postingan harus berasal dari ide unik yang diciptakan sendiri.

Tidak juga. Banyak blog selalu serentak menulis tentang ide yang sama, tentang hal atau kejadian terbaru. Dalam urusan teknologi misalnya, ada blog-blog raksasa seperti TechCrunch, Gizmodo, dan Engadget yang bersaing menulis tentang hal yang sama. Ide mereka biasanya berasal dari situs berita seputar teknologi.

Namun disinilah bisa dilihat bagaimana sebuah ide tidak harus unik. Walaupun menulis tentang hal yang sama, namun tentu saja isi tulisannya tidak sama. Setiap blog menulis artikel sendiri tentang hal tersebut.

Semua situs besar yang disebut di atas pada dasarnya adalah sebuah blog yang menggunakan platform lebih canggih.

Satu-satunya permasalahan dalam dunia blogging adalah kebiasaan copas tanpa menyertakan link ke sumber asli. Blog saat ini bertumpu pada search engine sebagai sumber utama untuk mendapatkan pengunjung (selain sumber-sumber yang lain). Artikel yang di copas tentu saja membuat kesal, apalagi kalau artikel hasil copas mendapat posisi lebih tinggi di search engine. Ini sama saja dengan "mencuri pengunjung", dan kalau blog itu digunakan untuk mencari uang, berarti "mencuri pendapatan" orang lain.

Nah, walaupun tidak ada aturan-aturan khusus, namun pada titik inilah blogging membutuhkan "Etika".

Satu lagi fenomena di dunia blogging yang membuat kesal, yaitu blog-blog "Auto Generated Content". Blog seperti inilah yang layak disebut "sampah", karena isinya cuma tulisan yang dicuri dari blog lain. Efek buruk dari blog-blog ini bukan hanya terhenti pada pencurian artikel, tapi jauh lebih buruk, karena bisa membuat blog kita kena penalty dari Google. Pemilik blog auto content tidak hanya mencuri tulisan, tapi juga mencuri pendapatan, dan bisa juga melakukan pembunuhan secara tidak langsung, atau mungkin juga mereka yang dibunuh (atau bisa saja anak, istri, atau keluarga mereka yang dibunuh) oleh blogger yang mata pencahariannya hancur gara-gara blog auto content ini.

Saya sendiri menulis postingan blog sesuka hati. Kadang-kadang isinya berguna buat pengunjung, tapi sebagian besar tulisan saya tidak punya manfaat apa pun, hanya sekedar suka-suka. Tak jarang saya dicaci-maki pengunjung yang kesal, tapi itulah resikonya.
Share: