Blog Kena Penalty, SandBox, Di-Banned Google Karena Video Ariel


Blog Kena Penalty, SandBox, Di-Banned Google Karena Video Ariel - Entah benar atau tidak, tapi saya merasa ada hubungan antara hebohnya video Ariel Peterpan dengan blog saya (bukan blog ini) yang dapat penalty dari Google.

Kesimpulan ini saya dapatkan setelah melihat bahwa tidak hanya blog saya yang kena penalty. Ada banyak blog yang rankingnya cukup tinggi untuk keyword video tersebut tiba-tiba hilang dari SERP. Beberapa blog malah di-banned, tak ada halaman yang tersisa di index Google.

Setelah saya pikir-pikir, renungkan, bertapa di Gunung Klabat, muncul pencerahan bahwa ada beberapa penyebab hingga blog kena penalty atau di-banned dari Google, sehubungan dengan booming video laknat tersebut.

1. Mencoba menguasai SERP dengan beberapa situs yang menulis tentang hal yang sama.

Matt Cutts, Kepala Bagian Divisi Anti-Spam dan Search Quality Team di Google mengatakan bahwa jika seseorang mempunyai beberapa situs yang memiliki topik yang sama dengan tujuan agar semua hasil SERP untuk keyword di topik tersebut dikuasai oleh situs-situsnya, maka situsnya akan kena penalty atau malah di-banned.

Dalam kasus video terkutuk ini, ada begitu banyak blog yang tiba-tiba menulis tentang topik yang sama, yaitu video sialan tersebut. Google bisa saja menganggap bahwa blog-blog ini adalah milik dari orang yang sama yang berusaha menguasai SERP untuk keyword seputar video biadab tersebut.

Untuk anda yang terbiasa mengikuti kontes blog, tentu anda sudah sering melihat hal ini terjadi. Banyak blog yang tiba-tiba menembak kata kunci yang sama, sehingga dianggap sebagai Google Bombing. Dalam setiap kontes blog, pasti ada blog atau posting yang kena penalty.

2. Lonjakan pengunjung yang terlalu drastis dalam waktu singkat.

Blog saya yang pengunjungnya cuma sekitar 3.000-5.000 perhari tiba-tiba melonjak menjadi 90.000 perhari saat heboh video kunyuk itu. Sekedar info, blog saya tidak muncul di urutan pertama untuk topik tersebut. Bisa anda bayangkan lonjakan pengunjung yang terjadi pada blog yang berada di urutan 1-5?

Lonjakan pengunjung yang terlalu tinggi ini akan menimbulkan kecurigaan bahwa blog tersebut menggunakan cara-cara tertentu untuk memanipulasi SERP. Kecurigaan ini bisa menyebabkan blog kena penalty. Bila ditemukan bahwa memang menggunakan cara curang, misalnya keyword stuffing, hasilnya yah langsung di-banned.

3. Link Farming dari situs auto-content milik para bangsat yang mau kaya mendadak sambil tidur tanpa mau kerja, yang belajar membuat situs laknat tersebut dari orang paling biadab di muka bumi yang merasa bahwa dirinya master SEO hanya karena bisa menerapkan satu dua teknik Blackhat.

Bila anda juga menulis tentang video sialan itu, maka anda pasti bisa melihat di Webmaster Tools Console anda bahwa backlink ke blog anda tiba-tiba meningkat. Sialnya, link-link tersebut datang dari situs-situs auto-content yang masuk kategori Spam Sites.

Blog saya yang kena penalty mendapat lebih dari 1.000 backlink perhari dari situs-situs biadab tersebut. Ini berarti 2 pelanggaran, yang pertama Link Farming, yang kedua Bad Neighborhood.

Walaupun Matt Cutts mengatakan di blognya bahwa tidak mungkin Situs A bisa merusak ranking Situs B, tapi dalam kenyataan, hal seperti ini banyak terjadi.

4. Duplicate Content

Nah, ini ada banyak faktor. Yang pertama, banyak yang cuma menulis ulang berita dari situs berita seperti OkeZone dan lain-lain. Ada yang menggunakan Google Translate untuk menerjemahkan berita dari situs tersebut. Sialnya, bukan hanya satu orang yang melakukan hal yang sama.

Dengan banyaknya blog yang memuat posting seputar si Ariel dudutz, bahkan artikel yang ditulis sendiri pun bisa sama, kalau berbentuk artikel berita.

Yang paling parah, karena terburu-buru mengejar Dolar, banyak yang tidak mau buang-buang waktu menulis artikel yang unik. Mau cari gampang langsung copas saja. Bukan hanya blogger dari Indonesia, blogger India yang tidak tahu menahu soal si Ariel tentu saja tidak bisa menulis berita apa pun. Ujung-ujungnya mereka copas abis tanpa kasih backlink.

Bahkan posting di blog ini yang isinya cuman dusta belaka (saya berasalan posting itu karya sastra, bukan berita), banyak dicopas oleh situs berita jadi-jadian.

Ada juga blogger (ok deh, saya tidak bilang blognya) yang copas posting tentang Ariel BCL di blog ini lalu ditaruh di Amplify.com, dan dikasih link ke blog utamanya. Akibatnya, posting saya hilang dari SERP, dan homepage blog ini sempat ditendang ke halaman 5 untuk pencarian nama blog ini (penalty juga). Sialnya, justru banyak yg komen bilang saya copas artikel tersebut.

5.  Blog memang melanggar Webmaster Guidelines, tapi selama ini belum diketahui.

Bisa saja blog yang di-banned itu memang melanggar aturan Google, hanya saja selama ini belum ditemukan. Dengan popularitas blog tersebut yang tiba-tiba meroket, ada kemungkinan seseorang dari Google kebetulan mampir dan melihat pelanggaran tersebut. Bisa juga mereka penasaran dengan keperkasaan si Ariel dan mencari informasi tentang itu. Eh, malah masuk ke blog yang melanggar aturan.

Paid Review atau Affiliate Links termasuk pelanggaran, apalagi bila situs yang anda link ternyata situs yang tidak berkualitas, atau lebih buruk lagi, tergolong situs spam, scam, fraud, dan sebagainya.

6. Bounce Rate

Kebanyakan pengunjung yang membludak mencari link download untuk video itu. Sayangnya bagi mereka, yang muncul di hasil pencarian adalah blog-blog yang tidak menyediakan link download. Akibatnya mereka kesal dan kembali ke halaman pencarian Google untuk mencari di situs lain.

Bounce Rate harusnya tidak terlalu berpengaruh pada ranking, atau menyebabkan penalty. Tapi bila setiap hari ada puluhan ribu pengunjung yang tidak mendapatkan apa yang mereka cari, maka blog itu akan dianggap kurang layak berada di urutan atas SERP. Ujung-ujungnya, blog tersebut dianggap tidak berkualitas, atau tidak memberikan good user experience.

Prinsip Google dalam menampilkan hasil pencarian adalah memberikan hasil yang paling relevan yang dicari oleh pengunjung. Tapi coba saja anda memberikan link download video si dudutz Ariel, posisi di SERP belum pasti terjamin, tapi anda pasti masuk terali besi.

7. Ada yang sengaja lapor ke Spamreport.

Tapi kalau ini, kemungkinan besar tidak, soalnya Spamreport diperiksa dulu. Kalaupun benar ada pelanggaran, kadang-kadang tidak langsung ditindaki. Kalau pelanggarannya manual, misalnya menulis posting dengan keyword stuffing, bisa langsung dihukum. Kalau menggunakan script, biasanya script tersebut dipelajari dulu, agar spider Google bisa mendeteksi cara yang sama di kemudian hari.

Penalty Google bisa hilang dengan sendirinya, tapi waktunya tidak jelas. Bisa beberapa hari, bisa juga sampai 6 bulan. Ada banyak cara yang dikatakan bisa membuat blog keluar dari penalty (kadang disebut sandbox), namun cara yang paling baik adalah memeriksa kalau blog anda melanggar Webmaster Guidelines. Jika iya, bersihkan, lalu baca informasi mengenai Reconsideration Request.

Info: Jika blog anda tidak muncul setelah mencari site:namablog, berarti blog anda di-banned. Satu-satunya cara adalah mengirimkan Reconsideration Request, atau bikin blog baru.

Nah, setelah menulis ini, sedikit lega rasanya karena bisa mengomel tak karuan hehehe...
Share: