Panitia Laga Persija v MU di Stadion Klabat Manado Dinilai Tak Becus


persija v mu penonton
Penonton memadati sepanjang garis lapangan pada
laga Persija v Manado United (MU) di Stadion Klabat
(Foto: Witho)
Hebohnya kabar mengenai laga Persija v Manado United (MU) di Stadion Klabat Manado, Kamis 17 Juni 2010 membuat banyak pecinta sepakbola Manado yang haus tontonan sepakbola sejak Persma dibubarkan, memadati Stadion Klabat. Laga ini digelar untuk meramaikan acara Deklarasi Vicky Lumentut - Ai Mangindaan sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Tapi ternyata, banyak dari Bolamania yang hadir di Stadion Klabat pada saat itu tidak mengetahui perihal ini. Mereka hanya mendengar bahwa hari itu ada pertandingan antara Persija Jakarta melawan tim Manado United (MU).

Akibatnya, banyak dari mereka yang kesal karena susunan acara dipenuhi oleh pidato, dan agenda politik lainnya.

"Torang nintau kalu ini acara politik. Torang cuma dengar ini hari ada pertandingan Persija deng Manado United. (Kami tidak tahu kalau ini acara politik. Kami cuma mendengar bahwa hari ini ada pertandingan antara Persija melawan Manado United)" kata Oktavianus, seorang mahasiswa Universitas Sam Ratulangi yang juga pecinta sepakbola.

Menurut Oktavianus, ia terkejut saat melihat penonton yang hadir memadati lapangan untuk mendengarkan pidato di atas panggung yang berada di pinggir lapangan.

"Saya kaget. Nanti kalau pertandingan dimulai, bagaimana menyuruh orang-orang itu keluar lapangan? Tidak mungkin" lanjut Oktavianus.

Dugaan Oktavianus ternyata benar, karena saat tim Persija Jakarta memasuki lapangan, mereka segera dikerubuti penonton yang ingin berfoto bersama. Penonton dari tribun pun ikut turun untuk melihat dari dekat sosok pemain-pemain yang selama ini hanya mereka lihat di layar kaca.

"Panitia ini bagimana. Bodok ato nintau apa-apa. Masa pertandingan bola kaki kong penonton di dalang lapangan. (Panitia ini bagaimana. Bodoh atau tidak tahu apa-apa. Masa pertandingan sepakbola penonton ada dalam lapangan" kata Oktavianus.

Alhasil, pertandingan di Stadion keramat tim Badai Biru itu pun berlangsung layaknya pertandingan antar kampung (TarKam) dimana penonton memenuhi garis pinggir lapangan. Hal ini membuat para pemain tidak bisa tampil secara maksimal, takut bertubrukan dengan penonton atau tembakannya mengenai penonton yang duduk di samping tiang gawang.

"Bagimana pertandingan mo bagus. Sedangkan mo ba skop bola dorang so tako kanal penonton. (Bagaimana pertandingan bisa bagus. Menendang bola pun mereka takut mengenai penonton" keluh Oktavianus yang meninggalkan Stadion Klabat sebelum pertandingan babak kedua dimulai. (Witho)

Tags: Persjia v MU, Stadion Klabat, Manado
Share: