Sudahkah Blog Anda di Ban Google? Saya Sudah!


Google Webmaster blog di banScreenshot Google Webmaster

Sudahkah Blog Anda di Ban Google?

Semoga saja tidak, apalagi kalau blog anda digunakan untuk mendulang dollar. Bisa jatuh miskin mendadak, hilang sumber pendapatan. Kalau blog di ban Google, semua halaman yg terindex di Google langsung dihapus, dan crawler Google akan berhenti mengunjungi blog tersebut. (sebenarnya tetap dikunjungi asal ada link ke situ, tapi tetap tidak akan di-index) Jadinya, blog tersebut seperti tidak pernah ada di index Google. Ada baiknya anda membaca pengalaman saya, agar anda bisa menghindari hal tersebut terjadi pada blog anda.

Begini ceritanya...

Tidak tanggung-tanggung, ada 6 buah blog saya yg diban pada tanggal 3 November 2009, 1 blog PR5, lainnya PR3 dan PR4. Sekarang walaupun mengetik site:alamat-blog di Google, tetap saja tidak ada hasil searchnya. (maaf, tidak bisa menulis nama atau alamat blog-blog tersebut. Untuk jaga-jaga saja, kalau ketahuan blog ini juga berhubungan dengan blog-blog yg di blacklist, bisa kena imbasnya juga)

Mengapa bisa di ban?

Kalau yg terjadi pada beberapa blog saya, alasannya karena melanggar Quality Guidelines. Poin yg saya langgar adalah:

* Make pages primarily for users, not for search engines.

* Avoid tricks intended to improve search engine rankings.

* Don't participate in link schemes designed to increase your site's ranking or PageRank.

* Don't send automated queries to Google.

Lebih detilnya, yg saya lakukan di blog-blog tersebut adalah:

1. Jualan link alias Paid Review. Hati-hati kalau order review tiba-tiba membludak.

2. Berfungsi sebagai Dummy Blog untuk mendukung blog utama. (Link ke blog utama secepatnya saya hapus, tapi tetap kena imbasnya. Performance di search engine menurun drastis. Bahkan untuk keyword dimana blog itu berada di posisi #1, ada yg turun beberapa tingkat, ada yg malah turun sampai ke halaman 3. Untung saja tidak diban).

3. Beberapa blog menargetkan kata kunci dari Google Trends di judul artikel, tapi isinya asal-asalan saja.

4. Banyak posting yg berupa hasil automated queries dari Google Blogsearch. Kalau dibilang blognya automated sih, sebenarnya tidak. Situs yg pake script automated queries aku install di komputer sendiri (localhost, apache virtual server), lalu isinya aku copy paste ke blog-blog tersebut. Tapi sama saja, Google melihat posting di blog tersebut sebagai hasil automated queries, yg tidak user friendly (tapi search engine friendly hehehe...). Mengenai bagaimana caranya, mereka tidak peduli.

5. Karena hasil automated queries, tentu saja postingnya keyword rich, alias terlalu banyak mengandung keyword yg ditargetkan. So, hati-hati kalau menembak keyword, jangan sampai berlebihan. 3-6% sudah maksimal. Tidak tahu juga batas aman untuk Google bot yg sekarang berapa persen, tapi untuk amannya sih, sebaiknya jangan sampai 6%.

6. Belum tahu, sejauh ini perenungan saya baru menemukan 5 penyebab tersebut. Kalau masih ada, ntar diupdate lagi.

Saat mengetahui bahwa blog-blog saya diban, ada berbagai perasaan yg muncul. Diantaranya:

1. Merasa bersalah.
Okelah, memang saya yg salah kok. Blog spam memang musti di ban.

2. Merasa bodoh.
Guoooblok! Kok bisa ketahuan? Dasar Idiot!!!

3. Marah.
Kok blog saya yg diban? Padahal saya spam secara manual, sampai tidak tidur-tidur karena mengejar keyword di Google Trends. Itu di SERP banyak sekali blog-blog spam yg automated tapi tidak diban, padahal pemiliknya asik tiduran saja.

4. Senang (paksa diri, biar terhibur)
Punya blog yg di blacklist ya jelas senang donk. Kenapa senang? Anda tentu tahu tentang aturan bad neighbourhood bukan? Blog utama saya yg mendapat link dari blog-blog ini saja langsung mengalami penurunan performance di search engine. Bagaimana kalau blog-blog ini saya jadikan senjata untuk menjatuhkan blog lain agar posisinya di search engine menurun? Coba bayangkan jika blog anda mendapat 6000 link dari blog spam yg diblacklist Google. Blog anda akan dianggap bersahabat dengan blog-blog spam tersebut.

Tapi kemungkinan besar saya akan mencoba meminta reconsideration. Tentu saja, setelah isi blog-blog itu diperbaiki, atau pilihan lain adalah bid job review sebanyak-banyaknya, mumpung PR blog-blog itu blum dihapus. Pasti advertisernya kesal bukan main, dia beli link untuk naikin PR malah dapat link dari blog spam huehehehe...
Share: