Pindah Hosting | Repotnya | Rumitnya | Aaahh.... Ooohhh.... Eemmh... Ssshhh


Ehm... teriak dulu...
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH................
(lega hehehe...)

Pindah hosting memang selalu repot, apalagi kalau tidak ada fasilitas back-up, baik back-up file maupun back-up database. Tapi apa mau dikata, pada waktu membuat situs Sastramanado tahun 2005, modal cuma kopi dan rokok gratis hasil sumbangan, mana mampu sewa hosting. Alternatif terbaik saat itu cuma hosting gratis. Domain pun berganti-ganti, semuanya domain gratis. Bukan cuma itu, engine situs pun juga berganti-ganti, mulai dari situs PHP yang di-coding manual (jadi ingat mengetik script PHP siang dan malam sampai keyboard hancur hahaha... teknologi kuno memang indah), sampai akhirnya sekarang bertahan dengan Joomla!.

Untunglah, saat space di hosting gratis habis, bahkan sampai tertulis -11MB dan tiap buka page dapat kotak warning super besar, ada sedikit dollar di rekening PayPal sehingga bisa sewa hosting berbayar sekalian namanya diganti pake .com. Rencananya ingin pakai hosting server dalam negeri saja, karena pengunjung situsnya berasal dari Indonesia, tapi karena ada beberapa situsku yg berbahasa Inggris yang ingin aku hosting sekalian di situ, maka diputuskan untuk pakai hosting luar saja, yaitu JustHost.

Kerumitan sudah mulai muncul sejak proses penyewaan hosting di JustHost. Aku bayar pakai PayPal karena tidak punya credit card. Ternyata JustHost minta dikirim foto credit card untuk verifikasi. Aku hubungi customer servicenya lewat chatting dan menjelaskan bahwa aku tak punya credit card. Dia bilang kirim email yg berisi detail pemesanan saja. Setelah aku kirim, malah dapat balasan yg mengharuskan aku kirim foto Paspor atau SIM karena dicurigai FRAUD. Weleh... orang kemana-mana jalan kaki mana ada Paspor dan SIM. Aku balas lagi bilang tidak punya semua itu. Mereka bilang kirim ID Card saja alias KTP. Wah, gawat, KTP sedang dalam proses pembuatan dan KTP yg lama ada pada orang yg membuat KTP baru dan orang itu sedang di luar kota. Gubrakzz...

(FAST FORWARD)

Beberapa hari kemudian...

Akhirnya setelah kirim gambar KTP segar yg lupa ditandatangani, account-ku diaktifkan dan langsung beralih ke proses selanjutnya, pindah rumah beserta isinya.

Tidak adanya fasilitas back-up di hosting gratis membuat aku harus mendownload file-file situs lewat FTP. Tahulah lambatnya transfer file lewat protokol yg bercokol di port 21 TCP itu. Sudah 3 hari aku download file-file di hosting lama yg gratis itu, tapi koneksi internet gratis yg kacau balau + komputer kecanduan blue screen + PLN pelit listrik, ya tak selesai-selesai juga. Back-up database juga tidak diperkenankan. Tiap kali di-export, selalu diblok. Untunglah, ternyata bisa diakali dengan mengeksport tabel database satu persatu. OMG, tabel database Joomla ada puluhan!

(FAST FORWARD)

Database selesai di download, file-file situs tidak. Aku pasang saja instalasi Joomla baru pakai Fantastico di JustHost. Semua plugin di-install lagi, settingnya disamakan dengan yg di situs lama lalu upload database.

Selesai? Belum.

Instalasi Joomla yg baru itu pakai Joomla versi terbaru. Beberapa plugin yg aku pakai ternyata bermasalah. Keliling internet lagi cari patchnya.

Selesai? Belum.

Karena domain Sastramanado.com adalah domain baru, belum terindeks oleh Google, sedangkan nama domain yg lama sudah terindex ratusan halaman. Kalau domain lama tidak dihapus, domain baru akan dianggap duplicate content, karena isinya sama. Kalau dihapus, hilanglah para pengunjung yg datang dari search engine, dan berjuang untuk kembali ke halaman pertama SERP dengan domain baru jelas sangat berat, apalagi harus bersaing dengan situs-situs scraper yg semakin banyak.

Cara terbaik adalah dengan 301 permanent redirect di file htaccess. Masalahnya, struktur permalink antara domain lama dan domain baru tidak sama, karena domain lama masih menggunakan index.php dalam permalink, dan index di Google menggunakan permalink yg itu. Akhirnya tidak jadi menggunakan 301 redirect di htaccess. Aku pakai 2 redirect di domain lama. Yg pertama redirect di htaccess yg menghilangkan index.php dari request url, dan yg kedua, 301 permanent redirect ke domain baru dengan menggunakan plugin Canonicalization. Dengan demikian, pengunjung dari search engine akan dialihkan ke domain baru, menuju halaman yg sama, dan search engine tidak akan menganggap domain yg baru sebagai duplicate content, karena domain yg lama sudah di-redirect secara permanent.

Selesai? Kayaknya sih... soalnya aku belum punya semangat untuk mengedit template situsnya.
































... dan masih ada beberapa situs lagi yg harus dipindahkan.



































Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaggggggggghhhhhhhhhh....
Share: