Sejarah Perang Minahasa


Beberapa bulan lalu nama Witho Sang Pembual telah di-KLAIM oleh Malaysia, terpaksa namanya diganti menjadi Sastra | Minahasa | Manado | Nanusa | Mawale Movement huehehe...

Begitu juga postingan sebelumnya yg berjudul Cerita Silat Minahasa : Menanti Kelahiran Hitler (Charlie Chaplin) Minahasa memiliki kaitan dengan migrasi nama ini.

Menurut penuturan sumber yang tidak mau disebutkan spesiesnya namanya, kira-kira beginilah kisahnya:
Emp4t boelan jang laloe, terdjadi pengeboman penge-hack-an mazzal terhadap blog-blog jang berisi karja para sastrawan Manado. Blog-blog yg dihack itu adalah Sastra Minahasa, Sastra Manado, Mawale Movement dan Suara Minahasa. Siapa s4ng pelakoe atau apa motipasinja beloem djelas, tapi blog-blog itu sekarang telah mendjadi splog-splog jang bervoengsi sebagai link farm.

Dikhawatirkan, bila blog-blog itu digoenakan untuk memoeat misleading information mengenai kegiatan djaringan sastra mawale movement, bisa berakibat buruk. Karena itoelah dioesahakan agar blog-blog yang dihack terseboet tidak mendapat posisi teratas di Google search engine result page.

Sekitar boelan Djuni, the hacked blogs itu hilang dari Google SERP dan kehilangan Google PageRank, diperkirakan masuk Google sandbox karena link farming. Kami menganggap bahwa riwajat dari blog-blog itu telah tamat. Ternjata tidak, awal boelan Agoestoes, blog Sastra Minahasa dan Sastra Manado jang dihack itu kembali moencoel di Google SERP dan menempati oeroetan pertama untuk kata koenci sastra minahasa dan sastra manado.

Ini berarti sang hacker poen melakukan Search Engine Optimization terhadap blog-blog yang dihack terseboet.

Dengan alasan kekhawatiran diatas, kami poen berkelana mengemis link spamming ke beberapa sitoes pemerintah dan sitoes pendidikan. Patoet disjoekoeri karena Roy Suryo maoe menoeroenkan 68% ilmoenja dalam hal mempelototi gambar mesum sehingga kami tjoekoep terbantoe.

Bersenjatakan Golok Pembunuh Sapi jang legendaris, bermodal ilmu SEO bajakan dan main kerojokan, kami poen menggelar perang SEO kecil-kecilan, dengan mengoendang sanak-saudara, kerabat, handai taoelan, kawuleng, kawanua, teman sekolah, teman koeliah, teman randjang, sahabat dekat, sahabat djaoeh, dan semoea orang jang tidak kami kenal oentoek menghadapi sang hacker.
Demikianlah penuturan dari sdr. Andre GB dari Sastra Nanusa yang tak mau disebutkan namanya itu.

Setidaknya omong kosong usaha tersebut mulai membawa hasil. Untuk keyword sastra minahasa, blog Sastra Minahasa yg dihack memang masih menempati urutan pertama, namun blog Witho Sang Pembual mendekat di posisi ke-2 dan blog Sastra Minahasa yang baru yaitu Minahasa Sastra mengikuti di urutan ke-4.

Untuk keyword minahasa sastra blog Witho Sang Pembual sempat bertengger di posisi pertama, tapi blog Sastra Minahasa yg dihack bangkit kembali dan menjegal sehingga, blog Witho Sang Pembual turun ke posisi ke-2 sedangkan blog Minahasa Sastra melejit dari posisi ke-7 naik ke posisi ke-2, setelah mengcopy dan memposting artikel Cerita Silat Minahasa : Menanti Kelahiran Hitler (Charlie Chaplin) Minahasa.

Untuk keyword sastra manado, blog Sastra Manado yang dihack tidak muncul sama sekali. Mungkin di-ban oleh Google. Pada posisi pertama, adalah situs Joomla saya, Sastra Manado, diikuti blog Sastra Manado yg baru yaitu Manado Sastra, sedangkan blog Witho Sang Pembual bercokol di urutan ke-8. Yang mencengangkan adalah banyaknya situs scraper yg muncul di Google SERP. Situs scraper iklanbarisgratis.info milik Cosa Aranda menempati urutan ke-3, diikuti jutaan situs scraper yang auto generated content lainnya.

Google.co.id is nothing more than a list of Scraper Sites...

Yah, begitulah, tidak usah lagi membicarakan soal urutan di Google SERP. Pada akhir jaman nanti, 1000 halaman pertama Google SERP untuk semua keyword akan menampilkan situs Scraper. Jadi sia-sia saja semua ini. Mari kita semua berdoa mudah-mudahan situs scraper blog Sastra Minahasa yg dihack itu kena ban dari Google hehehe...

Tags: Perang Minahasa, Sejarah Perang Minahasa, Perang Manado
Share: