Misteri PIN AdSense Keramat


Hari itu tanggal 30 April 2009. Hujan turun teramat deras diikuti kilatan petir dan guruh yang menakutkan. Aku meringkuk di depan komputer, dicekam ketakutan, seolah ada bayang-bayang yang lewat, memperhatikan gerak-gerikku. Cepat aku buka emailku. Keningku berkerut ketika melihat ada surat masuk dari seseorang yang tidak aku
kenal. Nama pengirim itu adalah Google AdSense.

Aneh, nama itu tidak ada di daftar contact emailku. Bagaimana dia bisa tahu alamat emailku? Dengan rasa penasaran kubuka surat tersebut.

Alangkah terkejutnya aku ketika membaca surat itu. Keringat dingin mengalir di tubuhku yang gemetaran.

Pengirim surat itu mengatakan bahwa dia telah mengirim PIN AdSense ke alamat rumahku di desa. Gawat, bagaimana dia bisa tahu alamat rumahku di Likupang, desaku yang tidak tercatat di peta dunia?

Dalam email itu tertulis bahwa dalam jangka waktu 6 bulan aku harus memasukkan PIN yang dikirim ke rumahku itu. Bila tidak, entah apa jadinya. Aku segera menyadari bahaya yang dihadapi oleh penduduk desa. Aku terus membaca email itu sampai di bagian paling bawah dimana tertulis nama pengirimnya "The Google AdSense Team".

Ternyata pengirim surat itu tidak sendirian! Dia membentuk tim untuk mengeroyokku!

Dengan panik kukerahkan ilmu kaki ringan menembus derasnya hujan. Butir-butir air yang berjatuhan dari langit menghantam wajahku bagaikan jarum yang menusuk kulit. Aku tak peduli, terus berlari dengan ilmu kaki ringan menuju Likupang.

Bla, bla, bla,... cukup sampai di sini saja omong kosong ini.

Lanjoooeeeet..........

Setelah empat minggu, ternyata PIN AdSense tersebut belum juga sampai. Sebersit kekhawatiran melintas juga dalam pikiranku. Jangan-jangan PIN tersebut telah salah alamat dan terkirim entah kemana.

Untuk menghapus rasa penasaran, aku pun googling, blogwalking, mencari informasi soal pengiriman PIN AdSense. Dari hasil keliling blog tersebut, tahulah aku bahwa PIN Adsense yang dikirim ke Indonesia memang bisa terlambat datang. Ada yang hanya butuh waktu 2 minggu, ada yang sampai 5 bulan, dan bahkan ada yang tidak pernah sampai. Informasi ini cukup menenangkan hati sekaligus menambah kecemasan. Jangan-jangan aku bernasib sama dengan orang-orang yang PIN Adsense nya tidak pernah sampai.

Singkat kata singkat cerita akhirnya pada hari Jumat, tanggal 5 Juni yang kebetulan merupakan Hari Ulang Tahunku (Huahahahaha), aku memutuskan untuk mengecek ke kantor pos.

Dengan langkah tanpa suara aku mengendap-endap di belakang Kantor Pos. Cahaya yang terpancar keluar lewat jendela kaca mengisyaratkan bahwa masih ada orang di dalam gedung itu.

Aku mengintip di sebuah celah kecil dibawah jendela.

Di dalam ruangan Kantor Pos itu, puluhan surat dan kartu pos ditawan oleh Pak Pos. Mereka diikat dan dikurung dalam keranjang-keranjang plastik. Mataku tertuju pada sebuah kartu pos bertuliskan "Google" dibelakangnya.

Pasti itulah Kartu Pos yang dikirim untukku.

Kukerahkan jurus meng-hack windows untuk membobol jendela tersebut dan melompat ke dalam. Kemudian dengan cepat langsung kubebaskan surat-surat yang ditawan. Betapa bahagianya mereka melihat ada orang yang datang menyelamatkan mereka.

Baru saja tanganku menyentuh Kartu Pos bertuliskan Google, aku merasakan ada desingan hawa pukulan dari arah belakang. Cepat kugeser kepalaku ke samping dan memiringkan tubuhku. Pukulan mematikan tersebut luput.

Di hadapanku Pak Pos berdiri menghadang dengan kuda-kuda khas Perguruan Pos Indonesia. Ia tak banyak bicara langsung menyerangku dengan bertubi-tubi. Aku kewalahan juga menghadapi serangannya yang ganas.

Semakin lama serangan Pak Pos semakin cepat dan mematikan. Pukulan tangan kanannya mendarat di dadaku, membuatku terpental sejauh tujuh kaki. Napasku langsung terasa sesak dan dadaku nyeri bukan main. Aku cepat mengalirkan chi ke seluruh tubuhku untuk melancarkan aliran darah.

Aku sadar bahwa lawanku ini sangat tangguh dan tak bisa dianggap remeh. Langsung saja kukeluarkan Golok Pembunuh Sapi yang selama ini tak pernah lagi kugunakan. Pak Pos terkejut melihat golok legendaris itu di tanganku tapi ia menutupi rasa terkejutnya dan berusaha untuk tetap tenang.

"Hiaaaaat! Rasakan golokku ini!!!" berbarengan dengan teriakan itu aku menerjang maju ke arah Pak Pos yang sudah siap menghadapi serangan golokku.

"CUKUP! HENTIKAN SEMUA BUALAN INI!"

Sebuah suara tiba-tiba menggema membuat pertarungan kami terhenti. Aku menoleh ke arah suara itu.

Di depan Kantor Pos, sekumpulan pembaca blog telah berkumpul untuk memprotes bualanku. Seorang lelaki bertubuh pendek dan berwajah jelek maju sebagai wakil mereka.

"Kami telah bersepakat. Kami tidak tahan lagi dengan bualan anda. Malam ini juga anda harus meninggalkan desa ini!" teriak si lelaki-pendek-nan-jelek itu.

Pengusiran ini membuatku lengah. Tiba-tiba saja telapak tangan Pak Pos mendarat di punggungku. Aku terjengkang, sementara kerumunan orang-orang tadi telah bergerak untuk mengeroyokku. Menyadari keadaan yang semakin berbahaya, aku cepat menyambar kartu pos bertuliskan Google dan melesat ke arah kegelapan malam.

*

Begitu sampai di rumah, langsung kubuka kartu pos dari Google tersebut. Ternyata beginilah tampang si kartu pos yang berisi PIN AdSense.

Hebat juga, Pak Pos bisa menemukan rumahku,
padahal alamatnya cuma pakai kotak hitam.
Mungkin cuma ada satu Sweetly Lahope di Minahasa Utara hehehe...

Angkat jempol buat Pak Pos Indonesia!!!


Aneh, PIN-nya kok berbentuk kotak hitam...


Langsung saja aku login ke accountku, klik tab "my account", lalu klik "payment history", kemudian klik tulisan "Please enter your PIN" dan memasukkan kotak hitam seperti gambar di atas sebagai PIN AdSense-ku. Lumayanlah, sekedar penghibur di Hari Ulang Tahunku yang tak berwarna hehehe...

TAMAT
THE END
HABIS CERITA
Share: