Service Komputer


Membesarkan anak memang sulit, apalagi jika tempat tinggal hanya ber-kost ria. Walaupun begitu, kost bisa jadi tempat yang menyenangkan bila semua penghuninya rukun dan bersahabat. Begitulah situasi di tempat kost ini.

Sore itu anak-anak kost berencana untuk bermain takraw di halaman rumah. Net dan bola telah disiapkan dan kami berolahraga dengan riang. Selain menyehatkan, juga membuat hati riang dan mempererat persahabatan.

Anakku Filagi yang berumur hampir 4 tahun juga ingin ikut bermain. Dia berlari-lari ke lapangan dengan seragam sepak bola dan sepatunya yang kebesaran. Dibilang dia masih terlalu kecil untuk ikut bermain dia malah dengan lucunya menjawab bahwa ukuran badan tidak berpengaruh ha ha ha.

Ah, aku mencari akal supaya dia tidak memaksa untuk ikut main. Maka aku ajak dia ke kamar dan aku "tipu" dengan game Need For Speed Underground 2 di komputer. Alhasil, ternyata dia suka dengan permainan itu sehingga hari-hari selanjutnya dihabiskan dengan bermain game. Aku pun bisa main takraw dengan tenang.

Mungkin gara-gara tinggal di lingkungan anak-anak kost yang hidup mandiri membuat dia juga mandiri dalam berpikir. Dari "penipuan" yang aku lakukan, dia menjadi suka dengan komputer dan diam-diam mempelajari apa yang aku lakukan dengan komputerku. Begitu juga kalau ada yang minta tolong untuk servis komputer. Saat aku mengutak-atik isi perut komputer itu, dia selalu memperhatikan sambil bertanya apa ini apa itu.

Beberapa hari kemudian aku kaget ketika dia datang dengan berlari dan berkata "Papa ayo lihat, aku menang balapan". Aku tak percaya karena terakhir aku lihat dia hanya bisa tancap gas sambil tubruk sana-sini. Betapa kagetnya aku ketika melihat ternyata benar dia berhasil menang balapan di NFS. "Ah, ada-ada saja" pikirku.

Tanpa aku sadari, dalam sekejap dia telah tahu untuk mengklik ikon NFS di desktop untuk menghidupkan game, quit game, dan akhirnya menghidupkan dan mematikan komputer. Hanya kabel listrik komputer saja yang tidak berani disentuhnya karena aku memang melarang keras untuk menyentuh kabel listrik. Demikianlah sehingga kalau mau menggunakan komputer, dia tak lagi memanggilku untuk menghidupkan dan mematikannya.

Siang itu aku terbangun karena mendengar bunyi-bunyi besi berdenting. Kagetlah aku melihat Filagi sedang berdiri di atas kursi komputer, sambil mengutak-atik komputer yang telah terbuka casingnya dengan obeng di tangannya. Terkejut sekaligus marah, aku tanya apa yang sedang dilakukannya.

"Komputer nimau hidop. Depe ram rusak stow lantaran Papa bermain futbol manejer satu hari fol. So itu kita suruh Nato (salah seorang anak kost) cabu depe kabel strom supaya kita boleh beking".

Terjemahan :
"Komputer tidak mau hidup. Mungkin RAM-nya rusak gara-gara Papa main Football Manager seharian. Makanya aku minta Nato (salah seorang anak kost) mencabut kabel listriknya supaya bisa aku perbaiki".

Nah, malah aku yang disalahkan...
Share: