SMS Maut


Malam minggu, seperti biasa ada jadwal manggung di cafe. Setelah mempersiapkan semua senjata dan amunisi, berangkatlah menuju medan laga tanpa sadar lupa mandi.

Setelah jalan kaki sejauh 2 tahun cahaya sambil menenteng gitar dan tas berisi segala macam perkakas yang lebih berat dari gajah Afrika sampailah di cafe hanya untuk disuruh pulang lagi karena jadwal manggung malam ini dibatalkan. Pasalnya, ada alien yang mondar-mandir di atas cafe dan menculik sang penyanyi.

Daripada jalan kaki lagi ke rumah maka lebih baik di rewind saja perjalanan yang tadi. Pas mau sampai di depan rumah, bertemulah dengan 3 orang teman kampus yang datang. Hmm... bukankah mereka tahu kalau tiap malam minggu aku punya jadwal manggung? Hmm... kenapa malah datang ke rumah? Hmm... apa mereka tahu kalau manggung malam ini batal? Hmm... darimana mereka tahu?

Jangan-jangan mereka alien yang menyamar untuk menculikku!!!

Mo alien atau bukan yang penting hepi. Bosan di rumah maka jalan-jalanlah kami ke cafe tempat nongkrongnya ‘anak-anak gaul’. Mbwahahaha... paksa diri biar kelihatan gaul. Paslah, kami berempat jadi alien di tengah-tengah mereka.

Sambil makan, lirik-lirik gadis abg, ternyata si Heru lagi bingung. Pasalnya dia lagi jatuh cinta dan baru jadian dengan cewek incarannya tapi takut untuk kirim SMS. Takut kirim SMS karena takut salah kata, takut salah waktu, takut salah kirim hahahaha.... gitaris black metal yang tersohor menyeramkan seantero Manado takut kirim SMS.

Kami berunding, berusaha memecahkan masalah pelik ini. Semua berkonsentrasi dengan serius. Keringat menetes dari wajah jatuh ke meja tes tes tes... tik tik tik bunyi jam berdetak dari jam 7 sampe jam 11, tidak ada pemecahan.

Di saat-saat genting muncullah sang penyelamat yg bernama Ebeng, bermuka bundar dan berbadan bundar pula. Sebagai seorang playboy yang bijaksana, mudah saja dia memecahkan masalah renik yang telah membuat kami terkapar kehabisan akal.

Demikianlah disepakati untuk mengirim SMS sederhana berupa smiley :) saja. Namun sayang seribu sayang, seperti layaknya sinetron yang tak ada habisnya, timbul masalah baru.

Heru kehabisan pulsa!!!

Untunglah Ebeng adalah seorang playboy bundar yang berhati mulia dan berwatak ksatria. Dengan bijaksana dia menawarkan handphonenya yang penuh sesak dengan pulsa kepada Heru.

Alangkah bahagia dan terharunya Heru dengan pertolongan tersebut. Dengan cepat jempolnya mengutak-atik tuts handphone, mengetikkan

:) ini Heru

Kemudian memasukkan nomor handphone gadis idamannya, dan dengan kepuasan yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata menekan tombol send. Sekejap kemudian terlihatlah tulisan di handphone Ebeng

Message delivered to Sayangku 4
Share: