Bahasa Inggris - Translate Indonesia Inggris


Bahasa Inggris - Translate Indonesia Inggris
by Witho

Aku memang pemalas, dan itu disadari betul oleh Filagi, anakku yang berumur 4 tahun. Karena kerjaku hanyalah tidur seharian, dia pun tak mau mengganggu. Makan, dia ambil sendiri. Mandi, dia mandi sendiri. Baju, dia pilih sendiri. Bahkan kalau aku bangun, dia sering membuatkan kopi. Tidak sulit, karena tinggal menaruh kopi sachet ke dalam gelas, ditambah satu sendok gula, dan air panas dari dispenser, sehingga aku juga tak khawatir dia akan terkena air panas.

Eits, jangan salah. Semua ini dilakukannya bukan sebagai bakti seorang anak kepada ayahnya yang goblok. Sebenarnya itu semua merupakan rayuan gombal supaya dia tidak digeser dari depan komputer saat sedang asik bermain game he he he.

Tinggal di lingkungan anak kost yang rata-rata adalah mahasiswa dan pekerja, tentu membuat dia kesepian karena tidak ada anak seumur dia untuk dijadikan teman bermain. Padahal seharusnya anak seumur dia bermain dengan kawan-kawannya. Karena itulah game komputer menjadi hiburan dan kesenangan baginya.

Kebutuhan akan hubungan sosial dengan teman yg sebaya membuat Filagi sangat senang ketika saudara pemilik kost yang tinggal di Amerika datang berkunjung dengan membawa anak mereka yg hanya berusia sedikit lebih tua darinya. Kalau tidak salah ingat, Andi namanya. Kalau pun bukan, maka sebut saja namanya Andi he he he. Untuk sesaat Filagi merelakan komputer untuk jatuh ke dalam kekuasaanku dan bermain dengan anak itu.

Aku duduk menghabiskan kopiku sambil memperhatikan Filagi bermain dengan teman barunya. Entah apa yang mereka lakukan, tapi aku lihat Andi berusaha membuang air hujan dalam sebuah ember besar. Berkali-kali ia mencoba mendorong ember itu tapi tetap tak bergerak. Melihat Andi berusaha membuang air itu, Filagi membantunya dan dengan sekali dorong, ember itu terbalik dan airnya tumpah. Aku pun sempat heran melihatnya.

Ternyata bukan hanya aku yang heran. Andi pun kaget dan berteriak kepada ibunya "Mom it's strong".

"He's strong Andi, bukan it's strong" jawab ibunya mengoreksi kalimat Andi yang salah.

Walah, kacau juga si Andi ini. Masa Filagi disebut dengan 'it'. Aku tak terlalu memikirkan kejadian itu dan kembali ke kamar. Tak lama kemudian Filagi datang dengan wajah cemberut dan langsung main game di komputer.

"Kenapa tidak main bersama Andi" tanyaku.

"Aku kesal" jawabnya. "Bicaranya aneh, aku tak mengerti".

Oh, ternyata Andi yang walaupun mengerti bahasa Manado, tapi terbiasa berbicara dengan bahasa Inggris. Pantas saja Filagi tidak mengerti.

"Itu namanya bahasa Inggris" kataku menjelaskan. "Sama seperti bahasa yang digunakan di game komputer".

"Oh, jadi sama seperti tulisan di game ya?". Dia memang mulai tahu membaca tulisan di game, karena aku sering meledeknya jika dia memintaku membaca tulisan dalam game. Sebelum aku membacakan tulisan itu, aku selalu bilang bahwa dia harus belajar membaca dan belajar bahasa Inggris supaya bisa mengerti apa yang tertulis di game. Ternyata cara ini sangat ampuh dan dia bersemangat sekali belajar membaca. Setidaknya sudah ada beberapa kata yang dikuasainya, yaitu start, game, quit, exit, yes, no, restart dan shutdown.

Tak lama kemudian datanglah Andi dan memanggilnya dari depan kamar. Kali ini tidak menggunakan bahasa Inggris.

"Filagi ayo main"

Cepat-cepat Filagi berdiri dari kursi komputer dan pergi menemui Andi. Lalu terdengarlah Filagi berkata

"Quit yes no quit yes no game kau sendiri aku quit" katanya dengan kesal lalu kembali ke depan komputer tanpa mempedulikan Andi yang bingung.
Share: