Pembebasan Tanpa Syarat


(17 Jam 21 Menit 4,0023135 Detik setelah drama penangkapan yang sungguh teramat sangat menegangkan sekali . . .)

Setelah sempat menjadi tersangka utama kasus spam, akhirnya blogku dibebaskan tanpa syarat dari sel tahanan Blogger. Ahh... berbagai perasaan bercampur jadi es campur mulai dari rasa lapar, gatal, gerah, geli dan sejenisnya, semuanya bersatu untuk mencapai Witho adil dan makmur. Aku segera berangkat menjemput blogku untuk menghirup kembali udara bebas di blogosfir.

Blogku pun segera mengepak barang-barang dan pamit kepada kawan-kawan sesama penghuni sel Blogger. Semuanya menangis karena terharu dengan pembebasan ini. Semua saling berpelukan dan berjanji bertemu lagi untuk saling blogwalking. Berbagai ucapan selamat di sela-sela isak tangis mengiringi langkah blogku. Kawan-kawan di sel sebelah yang menjadi tertuduh fraudulent click Google Adsense hanya menatap kepergian blogku dengan tatapan kosong.

Entah apa yang ada di dalam pikiran mereka.

Para petugas Blogger yang menangkap blogku tak berkata apa-apa. Bahkan mereka tak peduli dengan pembebasan ini. Tak ada ekspresi bersalah, atau sepenggal kata maaf dari mereka, seolah-olah kejadian "salah tangkap" ini hanyalah angin lalu yang tak berarti apa-apa.

Di meja dekat pintu keluar, duduklah si Spam Detection Bot, dalang di balik semua peristiwa ini. Analisanya yang kurang tepat menghasilkan pengambilan kesimpulan yang salah yang akhirnya menjerumuskan blogku ke dalam sel tahanan. Ia juga tak menunjukkan ekspresi bersalah atau mengucapkan permintaan maaf atas kesalahannya. Ia malah sibuk menganalisis blog-blog lain, mencari sepercik tanda-tanda spam, mencari korban berikutnya yang akan dijebloskan ke neraka blogawi ini. Ingin kuludahi wajahnya, atau sekalian kutendang jidatnya, kupotong jenggotnya, kuikat di pohon yang banyak semut merahnya, dan berjuta kekejaman lain yang melintas di otakku. Tapi sudahlah, bagaimanapun juga, kita hanyalah anak-anak kost yang tinggal gratis di asrama Om Blogger. Sampai saatnya kita mampu membangun domain sendiri, maka haruslah kita tunduk pada peraturan asrama.

Yah, akhirnya blogku melangkahkan kakinya kembali ke dunia blogosfir dan segera terbang bebas meliuk-liuk di udara.

Aku pun tersenyum dan berharap kejadian ini tak terulang lagi.
Share: